
MIMIKA – Stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika mencatat omzet penjualan mencapai Rp12,5 juta dalam sehari pada ajang Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026 di Kuala Kencana.
Di tengah tingginya antusiasme pengunjung terhadap produk lokal, stan Dekranasda juga mendapat kunjungan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, pada Selasa (27/10/2026).
Capaian penjualan tersebut menjadi kabar positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Mimika yang memanfaatkan ajang IFRC sebagai sarana memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas.
Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Mimika, Nella Manggara, mengatakan omzet Rp12,5 juta merupakan hasil penjualan pada hari pertama pameran, Senin (26/10/2026), sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WIT.
“Pendapatan khusus Dekranasda pada hari pertama mencapai Rp12,5 juta. Untuk penjualan hari ini, kami akan melakukan rekapitulasi setelah kegiatan berakhir,” kata Nella saat diwawancarai, Selasa (27/10/2026).
Menurut Nella, antusiasme pengunjung terlihat sejak kegiatan berlangsung. Peserta dan masyarakat mendatangi stan untuk melihat sekaligus membeli berbagai produk kerajinan dan olahan UMKM yang dipamerkan.
Presdir Freeport Sambangi Stan Dekranasda
Pada Selasa (27/10/2026), Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, turut menyambangi stan Dekranasda Kabupaten Mimika. Kunjungan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan promosi produk kerajinan dan UMKM lokal yang ditampilkan dalam rangkaian IFRC 2026.
Di stan tersebut, beragam produk unggulan Mimika dipamerkan, mulai dari noken berbahan kulit melinjo, noken bertuliskan Timika Papua, ukiran khas Papua, aksesori, kopi, minyak daun gatal, hingga berbagai produk kerajinan dan olahan lainnya.
Kehadiran Tony Wenas di stan Dekranasda berlangsung di tengah upaya memperkenalkan produk lokal kepada peserta dan pengunjung IFRC. Momentum ini sekaligus menampilkan potensi kerajinan dan produk UMKM Mimika dalam sebuah ajang yang melibatkan dunia usaha.
Noken hingga Minyak Daun Gatal Jadi Daya Tarik
Nella menjelaskan, sejumlah produk seperti noken dan minyak tradisional menjadi perhatian pengunjung. Keunikan bahan, nilai budaya, serta manfaat produk menjadi bagian dari daya tarik yang ditawarkan para pengrajin dan pelaku UMKM.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika itu menilai pameran seperti IFRC memberikan kesempatan bagi pengrajin untuk memperluas pemasaran. Pasalnya, masih terdapat pelaku UMKM yang mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi menghadapi keterbatasan akses untuk menjangkau konsumen.
Melalui kegiatan tersebut, Dekranasda berupaya mempertemukan pengrajin dengan calon pembeli sekaligus membuka peluang munculnya pesanan lanjutan. Apabila terdapat permintaan dalam jumlah besar, pihaknya siap membantu menjembatani komunikasi antara calon pemesan dan pengrajin.
Menurut Nella, keberhasilan pameran tidak semata-mata diukur dari nilai transaksi selama kegiatan berlangsung. Peluang kerja sama dan pesanan setelah pameran berakhir juga menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan usaha masyarakat.
Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Dekranasda Mimika berharap kegiatan promosi seperti IFRC terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas. Dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat daya saing produk lokal.
Capaian omzet Rp12,5 juta pada hari pertama menjadi salah satu indikator positif dari aktivitas pemasaran produk UMKM Mimika di ajang tersebut. Sementara itu, kunjungan Tony Wenas ke stan Dekranasda menjadi momentum untuk memperlihatkan keragaman produk dan potensi ekonomi kreatif daerah.
Dekranasda berharap promosi yang berkelanjutan dapat membuka lebih banyak peluang pemasaran, meningkatkan pendapatan pengrajin, serta mendorong produk unggulan Mimika semakin dikenal di luar daerah.





